Hidup sederhana, begitulah yang selalu ibu ajarkan padaku setelah aku dan keluargaku tak lagi menikmati hidup mewah. Ayahku di PHK dari perusahaan tempatnya bekerja bertahun-tahun, perusahaan yang menghasilkan rupiah-rupiah lebih untuk membuatku bahagia. Ya, itu dulu sangat lama ketika aku masih duduk di bangku SD, apa sih yang tak di punya olehku?? Tas, sepatu, baju-baju yang semua model terbaru.
Aku tentunya masih ingat betapa ketika duduk di bangku SMP aku masih sempat memakai sepatu dan tas dengan kwalitas terbaik. Bahkan dalam satu kesempatan aku bisa membeli dua sepatu sekaligus.
Tapi sobat, itu sudah lama sekali.
Saat aku duduk di bangku SMA, dimana di sebut dengan masa-masa indah aku hanya terdiam di pojok kelas.
Tentunya dengan keterbatasanku, tanpa tas terbaru atau juga sepatu baru. Dan inilah masa-masa sulitku, ayahku kena PHK dimana kami sekeluarga harus berhemat untuk kebutuhan sehari-hari.
Sekarang aku telah bekerja, dimana aku telah mulai mencukupi kebituhanku sendiri mulai dari 4 tahun lalu, setahun setelah aku lulus SMA. Meskipun gaji yang ku dapat tak seberapa namun paling tidak aku sedikit meringankan beban kedua orang tuaku.
Rasanya teringat kembali dengan masa-masa kecil itu, tanpa pikir panjang aku minta ini itu saat berbelanja di swalayan. Seperti saat ini tepat di hadapanku kulihat seorang gadis kecil berusia 5 atau 6 tahun tengah merengek minta di belikan sepatu oleh ibunya. Aku hanya menelan ludah menyaksikan pemandangan itu di hadapanku, dulu aku pernah seperti itu ucapku dalam hati. Pernah membeli semua yang aku mau, tapi sekarang??
Kembali ku alihkan pandangan ke gadis kecil itu dan ibunya, ibunya tampak kesal karena bukan hanya satu macam saja yang di inginkan anak itu. Lucu juga pikirku, seperti aku entah berapa tahun yang lalu. Anak itu beruntung, apa yang ia mau dapat ia beli, ah lebih tepatnya di belikan oleh orang tuanya.
Anak kecil seperti itu belum mengerti akan hidup, ia hanya tahu meminta tanpa tahu bagaimana kerja keras orang tuanya untuk bisa membuatnya bahagia. Ia belum bisa berfikir tentang masa depan, bagaimana masa depannya kelak. Apakah orang tuanya tersebut masih bisa membelikan semua yang ia mau??
Ataukan orang tuanya masih sekaya dulu?? Yang ia tahu hanya semua yang ia mau akan terbeli, dan tentu saja ayahnya masih kaya. Yah, pemikiran anak kecil bahkan belum sampai pada istilah "roda itu selalu berputar". Kadang di atas, dan kadang juga di bawah.
Begitu juga hidup kita, dan sudah barang tentu aku mengiyakannya karena memang aku telah mengalaminnya.
posted
Sunday, nopembar 6 2011
in myOffice
Tidak ada komentar:
Posting Komentar