Kamu tahu bagaimana rasanya di bohongin??
Sakit, ya tentu sakit.
Bagaimana dengan dikhianati??
Itu juga sakit.
Kalau di selingkuhi??
Rasanya pasti sedikit lebih sakit, tapi hanya sekejap saja.
Setelahnya akan hilang bersama semilir angin.
Aku sedang merencanakan pembunuhan terhadap suamiku. Suamiku tercinta, ya begitulah.
Kau begitu tercinta untukku hingga bisa menikamku dari belakang.
Kau telah berselingkuh dengan wanita lain, menjijikkan bukan??
Kau memiliki aku tapi menginginkan wanita lain di hidupmu.
Haha, lelaki memang mahluk egois?? Bukan begitu??
Aku sudah menyiapkan kejutan ketika dia pulang nanti.
Segelas susu yang di dalamnya sudah aku campurkan dengan obat tidur.
Sebuah martil, tang, pisau dan garam.
Pasti akan menjadi kejutan yang menyenangkan.
Si kecil itu, oh akan menjadi shock teraphy kalau dia sampai melihat mommynya menjadi psikopat semalam.
Si kecil itu kuungsikan dulu saja ke rumah ibuku.
Semua terencana dengan pasti, ketika suamiku tercinta itu pulang akan ku sambut dengan senyum.
Senyum kemenangan dan senyum duka cita menyambut kamatiannya.
Ah, aku tak sabar untuk menikmatinya.
Setelah berganti baju akan ku suruh dia minum susu dan dalam hitungan detik dia akan tertidur.
Ketika dia tidur kuikat dia terlentang di kasur, ku ikat tangan dan kakinya.
Dan bow, ketika dia bangun dia akan kaget. Mungkin dia akan berfikir aku akan mengajaknya bercinta dengan gaya baru.
Oh, mungkin dia akan mulai khawatir karena mulutnya telah kusumbat dengan lap pel kotor.
Mana ada gaya bercinta dengan menyumbat mulut, haha.
Khawatir juga karena selama ini menganggap ancamanku hanya omelan bodoh belaka.
Yang pertama ku lakukan adalah mencabut kukunya, tapi itu hanya dua atau tiga saja.
Kau akan menjerit dengan mulutnya yang tersumpal, betapa lucunya.
Kemudian akan ku sayati kulit badannya dengan pisau, terlebih perutnya yang buncit itu.
Dan kejutan akan kusiram dengan air garam, hohoho kau akan menangis menahan perih.
Tentu kau akan memohon untuk menghentikan siksaan ini, tapi ini sebanding dengan apa yang kau telah lakukan.
Terakhir, akan ku pukulkan martil ke kepalamu yang terdapat otak untuk berpikir kotor selingkuh dengan wanita lain. Kupukulkan berkali-kali seperti Esther di film Orphan.
Aku sangat ingin sekali melakukannya padamu.
Puas aku memukulkan martil ke batok kepalamu, aku tak mendengar lagi nafasmu.
Apa kau mati?? Aku telah membunuh suamiku sendiri. Apa aku berdosa?? Hah siapa peduli.
"Kamu tahu bagaimana rasanya di bohongin??
Sakit, ya tentu sakit.
Bagaimana dengan dikhianati??
Itu juga sakit.
Kalau di selingkuhi??
Rasanya pasti sedikit lebih sakit, tapi hanya sekejap saja.
Setelahnya akan hilang bersama semilir angin."
Rasanya sakit sayang, memang sakit untuk aku tapi lebih sakit sedikit untuk kamu.
Tapi tak perlu cemas, rasa sakit itu akan hilang bersama dengan semilir angin.
Bagaimana dengan perempuan yang berselingkuh denganmu??
Aku punya cara lain untuk menghukumnya, sedikit lebih lebih lebih sakit dari caraku menghukummu.

